Manfaatkan Lahan Tidur, Kelompok Tani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan - JURNALIS MANDIRI

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 08 Januari 2026

Manfaatkan Lahan Tidur, Kelompok Tani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan

 



KOLAKA, JURNALISMANDIRI.COM - Sejumlah petani binaan PT Vale IGP Pomalaa yang tergabung dalam kelompok tani PADAIDI, melaksanakan panen jagung pakan, di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Kamis (8/1/2026).


Panen jagung pakan dengan luas sekitar lima hektar tersebut dihadiri oleh perwakilan PT Vale IGP Pomalaa, Kepala Statistik Kabupaten Kolaka, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka, Kapolsek Watubangga, Danramil Watubangga, Pemerintah Kecamatan Tanggetada, Kepala Desa Tondowolio, Penyuluh dan para petani yang ada di Desa Tondowolio.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin mengucapkan terima kasih kepada PT Vale IGP Pomalaa, yang selalu mendukung para petani yang ada di wilayahnya melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). "Kelompok tani PADAIDI di desa kami dibentuk pada tahun 2023 lalu yang beranggotakan sekitar 22 orang, kemudian mengikuti program penanaman jagung yang dibina oleh PT Vale, yang dinilai memiliki potensi dapat meningkatkan kesejahteraan para petani," ungkapnya.


Dia berkisah, pada tahun 2015 lalu, pemerintah desa bersama para petani pernah membuka dilahan seluas 27 hektar untuk dimanfaatkan. Namun, karena kurangnya dukungan pemerintah sehingga lahan tersebut sempat terbengkalai atau menjadi lahan tidur kurang lebih hampir 10 tahun. "Tapi Alhamdulillah sejak terbentuknya kelompok tani pada tahun 2023, para petani kembali menggarap lahan dan menanam jagung pada tahun 2025, yang didukung oleh PT Vale, pemerintah Kabupaten, pemerintah Provinsi hingga Kementerian," ujarnya.


Saat ini kata dia, Desa Tondowolio memiliki empat kelompok tani yang tersebar di Dusun 1 hingga Dusun 4. "Potensi lahan yang bisa digarap masih ada sekitar 20 hektar untuk manfaatkan dalam rangka menunjang Swasembada Pangan. Olehnya itu, kami memohon dukungan baik dari pemerintah Kabupaten, Provinsi hingga kementerian berupa bantuan peralatan," harapnya.


Ketua Kelompok Tani PADAIDI, Baharuddin mengatakan, saat ini hanya kelompoknya yang mengembangkan tanam jagung di Desa Tondowolio. "Mungkin karena faktor kondisi tanah, sehingga kelompok tani yang lain di Desa Tondowolio belum mengembangkan tanaman jagung," ungkapnya.


Bahar menjelaskan, lokasi penanaman jagung dilakukan pada area persawahan tadah hujan. "Pengembangan tanaman jagung dilakukan pada musim kemarau,
ketika musim hujan tiba, kami melakukan penanaman padi," jelasnya.


Bahar menyebut, lokasi tersebut awalnya merupakan lahan tidur yang kemudian diolah menjadi lahan produktif. "Mungkin kalau Bapak/Ibu yang pernah ke lokasi ini, di tempat ini tidak ada tanda kehidupan, tapi Alhamdulilah sekarang sudah kami manfaatkan serta mendapat bantuan dari pemerintah," ujarnya.


Baharuddin juga mengucapkan terima kasih kepada PT Vale IGP Pomalaa, yang selalu memberikan bantuan, dukungan serta pendampingan kepada kelompok tani PADAIDI. "Awal kami memulai tanaman jagung ini tantangannya luar biasa karena hama tanaman jagung, namun PT Vale tidak bosan-bosannya mendatangi kami memberikan pendampingan. Termasuk kendala kami kemarin pada hewan ternak sapi, sehingga kami harus memasang pagar dari kawat duri bantuan dari pemerintah desa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian yang memberikan bantuan bibit," terangnya.


Mewakili para petani yang ada di Desa Tondowolio, Bahar masih mengharapkan bantuan pemerintah untuk memperluas area tanam dengan membuka lahan. "Semoga pemerintah, bisa membantu kami para petani untuk membuka lahan. Kami berharap semoga ini awal dari kehidupan kami dan berkelanjutan," harapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here