KOLAKA, JURNALISMANDIRI.COM – Bupati Kolaka H. Amri, S.STP.,M.Si menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Vale Indonesia dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui Peresmian Nursery Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa yang berlokasi di kawasan Kebun Raya Kolaka pada Sabtu, (28/2/2026)
Dalam sambutannya, Bupati Kolaka menegaskan bahwa peresmian Nursery ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol kolaborasi yang kuat antara sektor industri dan upaya pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Kolaka.
Menurutnya, kemajuan ekonomi melalui sektor pertambangan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab ekologis guna menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran fasilitas Nursery di kawasan Kebun Raya Kolaka dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung fungsi utama kebun raya sebagai pusat konservasi tumbuhan (ex-situ), penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, wisata alam, serta jasa lingkungan.
Pembangunan Kebun Raya Kolaka sendiri telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023 yang meliputi pembangunan gerbang masuk, pagar kawasan, akses jalan, hingga kantor pengelola. Hingga tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Kolaka telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,9 miliar sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan pemanfaatan lestari keanekaragaman hayati berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah.
Nursery yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektare ini memiliki kapasitas produksi hingga 700.000 bibit per tahun. Fasilitas tersebut akan difokuskan pada pengembangan tanaman endemik Kolaka seperti kayu Kolaka, kayu kuku, dan kayu kalapi, serta berbagai tanaman buah diantaranya mangga, jambu mente, rambutan, durian, dan alpukat.
Bupati Kolaka berharap sinergi antara Pemerintah Daerah dan PT Vale Indonesia dapat terus berkelanjutan, serta fasilitas Nursery yang telah diresmikan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan di Bumi Mekongga.
Di akhir sambutannya, Bupati Kolaka mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat aset pembangunan



















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar