KOLAKA, JURNALISMANDIRI.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertema "Kolaka Berkelanjutan: Peran Stakeholder dalam Tata Kelola Sumber Daya Alam Sektor Pertambangan untuk Instrumen Pendidikan Daerah" yang digelar di Auditorium USN Kolaka, Minggu (5/7/2026).
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan potensi sektor pertambangan.
Kegiatan dibuka melalui sambutan Bupati Kolaka yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Kabupaten Kolaka harus dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
FGD turut dihadiri Rektor USN Kolaka, Prof. Dr. H. Nur Ihsan, S.H., M.Hum., serta menghadirkan Prof. Dr. John Jonatha Numberi, S.T., M.T., Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia, sebagai keynote speaker. Hadir pula perwakilan Bappeda Kabupaten Kolaka, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DPRD Kabupaten Kolaka, serta perusahaan pertambangan PT ANTAM, PT Ceria Nugraha Indotama, PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), dan PT Vale Indonesia.
Dalam pemaparannya, Prof. John Jonatha Numberi menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam dan hilirisasi industri harus menghasilkan nilai tambah bagi daerah melalui investasi pada pendidikan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Diskusi menghasilkan berbagai rekomendasi mengenai tata kelola sumber daya alam yang transparan dan berkelanjutan, penguatan program beasiswa, riset, magang, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan kemitraan antara dunia pendidikan dan industri.
Sebagai bentuk komitmen nyata, seluruh peserta FGD menyepakati dan menandatangani Berita Acara Kesepakatan yang memuat pembentukan "Forum Kolaborasi Multi Stakeholders dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Kolaka". Forum ini akan menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam merancang serta mengawal program-program strategis yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kolaka.
Dalam Berita Acara tersebut juga disepakati bahwa proses pembentukan forum harus telah terealisasi paling lambat satu bulan sejak tanggal penandatanganan Berita Acara Kesepakatan. Kesepakatan ini menjadi bentuk komitmen bersama seluruh stakeholder agar hasil FGD tidak berhenti pada tataran rekomendasi, tetapi segera ditindaklanjuti melalui pembentukan forum beserta penyusunan program kerja kolaboratif.
Selain pembentukan forum, para peserta juga menyepakati penguatan kemitraan melalui pengembangan program beasiswa, magang industri, riset kolaboratif, pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten Kolaka sebagai langkah nyata mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Sebagai penggagas kegiatan, BEM USN Kolaka berharap kesepakatan yang telah dituangkan dalam Berita Acara menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui Forum Kolaborasi Multi Stakeholders dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Kolaka, seluruh pihak berkomitmen menjadikan sektor pertambangan sebagai penggerak peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia lokal, dan pembangunan Kabupaten Kolaka yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

































Tidak ada komentar:
Posting Komentar