Pemerintah Kecamatan Pomalaa dan Desa Tambea Apresiasi Promkes PHBS PTVI IGP Pomalaa - JURNALIS MANDIRI

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 16 Juli 2026

Pemerintah Kecamatan Pomalaa dan Desa Tambea Apresiasi Promkes PHBS PTVI IGP Pomalaa

 


KOLAKA, JURNALISMANDIRI.COM - Upaya PT Vale Indonesia IGP Pomalaa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pemberdayaan, dengan melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mendapat apresiasi dari pemerintah Kecamatan Pomalaa serta Kepala Desa Tambea.

Program Sosial Lingkungan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa melalui kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes), menuju Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya yang pertama kali dilaksanakan di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa disambut antusias oleh masyarakat setempat.


La Ode Ndikode saat menyerahkan souvenir kepada masyarakat usai kegiatan sosialisasi PHBS 


La Ode Ndikode, mewakili pemerintah Kecamatan Pomalaa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak PT Vale Indonesia IGP Pomalaa atas terselenggaranya kegiatan Promkes PHBS yang di gagas oleh PT Vale. "Ini bertanda kebaradaan PT Vale di tengah masyarakat tidak hanya sekedar mencari profit atau keuntungan dengan melakukan penambangan, ini bukti keberadaan PT Vale sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat, perusahaan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa betul-betul peduli dengan masyarakat," ungkapnya.

Dia berharap kepada masyarakat, agar materi PHBS yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kita semua memahami bahwa kesehatan sangat penting, karena apapun dan hasilnya yang kita dapat kalau kesehatan terganggu, maka hidup kita juga akan was-was jika kesehatan terganggu," ujarnya.


Muslipan Nawir saat menyerahkan souvenir kepada masyarakat 


Senada dengan pemerintah Kecamatan Pomalaa, Kepala Desa Tambea, Muslipan Nawir memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, atas terselenggaranya kegiatan Promkes PHBS di Desa Tambea. "Tentunya kami berterima kasih, karena dengan kegiatan ini sehingga memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait pentingnya menjaga lingkungan dan menjaga pola hidup. Karena di Desa Tambea ini sering ditemukan kasus DBD," ungkapnya.

Kata Muslipan, sosialisasi PHBS dinilai sangat penting dilakukan, sebab Desa Tambea pernah diterpa wabah DBD dengan jumlah korban mencapai 10 orang. "Pada tahun 2024 lalu, sebanyak 10 orang warga Desa Tambea terkena DBD. Dua orang warga saya meninggal dunia akibat DBD, sedangkan delapan orang berhasil diselamatkan, setelah dirujuk ke RSBG Kolaka dan RSU Konawe," ujarnya.

Muslipan berharap, sosialisasi PHBS ini dapat dimengerti oleh masyarakat sehingga menjadi bahan untuk mengantisipasi kasus serupa tidak terjadi lagi di Desa Tambea. "Semoga dengan sosialisasi ini, masyarakat Desa Tambea bisa menerapkan PHBS di rumah atau lingkungan tempat tinggal masing-masing," harapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here