KOLAKA, JURNALISMANDIRI.COM - Kepedulian PT Vale IGP Pomalaa terhadap kesehatan masyarakat di wilayah pemberdayaan terus di wujudkan. Teranyar, perusahaan pertambangan tersebut kembali melaksanakan operasi katarak lanjutan, setelah sebelumnya operasi katarak juga telah digelar pada Desember 2025 kemarin.
Operasi katarak ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), dalam membantu pemerintah menekan angka Kebutaan akibat katarak.
Occupational Health Doctor PT Vale IGP Pomalaa, dr. R Fausan Numyani P menjelaskan, operasi katarak lanjutan bekerjasama dengan Klinik Mata Kolaka, digelar selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu (17-18/1/2026). "Sebelumnya operasi katarak pada Desember 2025 jumlah peserta yang lolos Screening sekitar 31 orang, sementara operasi katarak lanjutan yang lolos Screening berjumlah 19 orang," ungkapnya.
Operasi katarak lanjutan ini kata Fauzan, untuk memenuhi target yang telah dijadwalkan oleh PT Vale IGP Pomalaa. "Targetnya kan 50 orang, sementara pada gelombang I jumlah pendaftar 53 orang, yang lolos Screening cuma 31 orang, sehingga kami buka lagi pendaftaran gelombang II untuk operasi lanjutan sebanyak 29 pendaftar dan yang lolos Screening 19 orang," ujarnya.
Secara rinci, Fauzan menjelaskan, pendaftaran operasi katarak lanjutan dimulai sejak 15 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026 kemarin. "Kemudian dilakukan Open registrasi dan Skrining administratif, selanjutnya Skrining Kesehatan dilaksanakan pada tanggal 12-15 Januari 2026, serta pelaksanaan operasi katarak dilakukan pada tanggal 17-18 Januari 2026," terangnya.
Pelaksanaan operasi katarak ini lanjut dia, dirancang secara komprehensif, hingga perawatan pasca operasi. "Fase kontrol juga dilakukan pendampingan intensif kepada pasien pada tanggal 19 Januari hingga 9 Februari 2026," tandasnya.
Direktur Klinik Mata Kolaka, dr. Muh Rizal Azis,Sp.M,M.Kes mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan operasi katarak hingga pasca, disponsori oleh PT Vale IGP Pomalaa. "Kegiatan operasi katarak menggunakan metode Phacoemulfikasi, sebuah teknik modern berbasis Ultrasound dengan sayatan sangat kecil, hanya sekitar 2,2 milimeter," ungkapnya.
Metode ini kata dia, tidak memerlukan jahitan dan risiko pasca operasi seperti silinder atau astigmatisme jauh lebih kecil. "Setiap pasien dibekali edukasi perawatan di rumah, jadwal penggunaan obat tetes, serta pantangan yang harus dipatuhi," ujarnya.
Salah seorang penerima manfaat operasi katarak, Arifin Dg. Nojeng, merasa sangat terbantu dengan program PT Vale IGP Pomalaa di bidang kesehatan ini.
Warga Kelurahan Dawi-dawi, Kecamatan Pomalaa, ini mengatakan, program operasi katarak gratis yang dilakukan oleh PT Vale IGP Pomalaa, menjadi berkah tersendiri baginya yang saat ini mulai mengalami gangguan pengelihatan. "Dapat informasi dari cucu di group Puskesmas Pomalaa, bahwa PT Vale melaksanakan operasi katarak gratis kemudian saya didaftarkan mi sama cucu modal KTP saja," ungkapnya.
Melalui kesepakatan tersebut, pria kelahiran 1955 ini mengucapkan terima kasih kepada pihak PT Vale IGP Pomalaa, yang telah membantu dirinya untuk bisa pulih dan melihat secara normal. "Alhamdulillah program PT Vale sangat membantu kami sebagai masyarakat. Semoga PT Vale usahanya dilancarkan, sehingga bisa membantu masyarakat lain yang membutuhkan pengobatan gratis," tandasnya.



























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar